Beranda > Puisi > Puisi “Kunamakan Cinta”

Puisi “Kunamakan Cinta”

Kau datang, terasa bergetar
Kau datang, hariku bersemi
Terasa bergelora didalam dada
Saat kau datang semuanya merah menyala.
Saat itu kau kunamakan cinta.

Merah itu kemudian secerah dulu
Tidak menyala seperti pertama
Terlihat memudar, meluntur, terkucur merahnya
Saat itu tetap kunamakan cinta.

Terlanjur aku jatuh cinta
Namun warna yang kulihat kelabu.
Kau kini jauh, jauh dari bayanganku
Dirimu, bayanganmu, dan warnamu
Jauh. Jauh dariku. Namun aku menunggumu
Saat itu aku berharap ini namanya cinta

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Indonesia Proud

Bangunlah Jiwanya...Bangunlah Badannya...Untuk Indonesia Raya!

tentang PENDIDIKAN

AKHMAD SUDRAJAT

Winny Alna Marlina

Imagination will get you everywhere By Albert Einstein

SATRIYO SIGITPAMUNGKAS

Memasyarakatkan Arsitektur dan Meng-Arsitektur-kan Masyarakat

oRiDo™ On wORds

jadikan blOg sebagai waRisan untuk anak-cucu :)

Muhammad Ihsan Zul personal blog

Lakukan, dan jangan Banyak Bicara.

Irfan Handi

Hanya Ingin Berbagi

ayo mendidik

Mengajar Sehari, Menginspirasi Seumur Hidup

%d blogger menyukai ini: