Beranda > Puisi > Puisi “Pemuja Rahasia”

Puisi “Pemuja Rahasia”

Setiap kata adalah mutiara itulah lantunan setiap aku berbicara kepada kamu
Diam bukan berarti takut, hanya malu yang selalu menyertai perjalanan ku
Bagian di dalam dada kadang berdetak meskipun diiringi mata kosong
Ketika pertama melihat paras yang indah dari hati yang tercermin di wajahmu

Aku mungkin adalah kosong
Karena miskin akan reputasi
Materi dan tahta

Dengarlah pujaan hatiku sayang jamah lah surat dengan jutaan pena yang tertulis
Di meja rutinitasmu

Meskipun kadang pertemuan itu hal yang mendebarkan
Hanya diam yang kadang aku lakukan, bukan maksud bisu
Tapi takjub akan kuasa Tuhan yang menciptakan kamu
Bacalah dengan hati, meskipun kamu tak tahu manusia kosong yang kini mengagumimu

 

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Indonesia Proud

Bangunlah Jiwanya...Bangunlah Badannya...Untuk Indonesia Raya!

tentang PENDIDIKAN

AKHMAD SUDRAJAT

Winny Alna Marlina

Imagination will get you everywhere By Albert Einstein

SATRIYO SIGITPAMUNGKAS

Memasyarakatkan Arsitektur dan Meng-Arsitektur-kan Masyarakat

oRiDo™ On wORds

jadikan blOg sebagai waRisan untuk anak-cucu :)

Muhammad Ihsan Zul personal blog

Lakukan, dan jangan Banyak Bicara.

Irfan Handi

Hanya Ingin Berbagi

ayo mendidik

Mengajar Sehari, Menginspirasi Seumur Hidup

%d blogger menyukai ini: