Beranda > Agama > Renungan “Bulan Ramadhan”

Renungan “Bulan Ramadhan”

https://i0.wp.com/hdwallpapercorner.com/gallery/874-ramadan-mubarak-wallpaper-800x600.jpgBulan Ramadhan, bulan yang penuh berkah bagi semua lapisan masyarakat baik untuk yang kaya maupun miskin. Allah memanjakan manusia pada bulan ini dengan memberikan ganjaran amal yang berlimpah ruah dan ampunan atas dosa-dosa yang pernah dilakukan oleh manusia di bulan–bulan sebelumnya. Sesuai dengan hadis Rasullah SAW “ Barangsiapa yang berpuasa ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala niscaya akan diampuni dosa-dosa nya yang telah lalu” (HR. Bukhari)
Bulan ramadhan tahun ini di Indonesia terbilang cukup unik, karena di tahun ini banyak keberkahan yang didapatkan oleh masyarakat, mulai dari harga bahan bakar minyak yang naik cukup tinggi memberikan keberkahan dan kelimpahan rejeki untuk para pengusaha SPBU dan bonus untuk karyawanya karena SPBU selalu ramai, meningkatnya biaya transportasi kendaran –kendaraan umum memberikan keberkahan rejeki kepada para pemilik kendaraaan umum karena ongkos naik dan setoran mobil pun naik, melonjaknya harga bahan pokok pun membuat para pedagang bahagia karena mereka  mendapatkan omzet yang naik signifikan melebihi bulan ramadhan sebelumnya, meskipun jumlah pembeli berkurang.
Sebagian masyarakat yang digambarkan diatas memaknai semua gejolak ekonomi negara kita di bulan ramadhan dengan sukacita, akan tetapi ada sebagian masyarakat yang secara tersirat memaknai kondisi ekonomi di bulan ramadhan tahun ini dengan dukacita. Masyarakat yang tidak mampu semakin bingung memilih makanan berbuka yang murah tetapi bergizi karena harga-harga naik, masyarakat yang tidak mampu semakin bingung memilih melakukan pengehematan untuk biaya kendaraan atau penghematan biaya makan. Kondisi ekonomi seperti ini membuat sebagian masyarakat yang tidak mampu sulit mengambil keputusan, bahkan sebagian dari mereka secara tidak sengaja memilih untuk lapar dan sebagian lagi memilih menguatkan anggota keluarga nya  untuk sabar dengan keyakinan bahwa Allah tidak akan melantarkan mereka.
Pemerintah sudah mencoba memberikan yang terbaik dengan memberikan bantuan langsung sementara (BLSM) kepada masyarakat miskin yang terdaftar dan hanya sedikit masyarakat kaya yang terdaftar miskin (terdata oleh oknum nakal yang terlanjur kerja di birokrasi pemerintahan). Kondisi ini tidak dapat terselesaikan dengan hanya menggantungkan kepada pemerintah saja akan tetapi perlu kesadaran masyarakat pula untuk membantu sesama.
Ramadhan ini penuh keberkahan, setiap muslim berharap pahala yang berlimpah dan menguatkan iman-nya dengan berbagi kepada sesama. sebagaimana Rasullah SAW bersabda:
“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi no. 807, Ibnu Majah no. 1746, dan Ahmad 5/192)

Selain hadist diatas, Allah pun memberikan ganjaran kebaikan seorang muslim yang beramal baik untuk sesamannya, yaitu :
“orang-orang yang menafkan hartanya pada malam dan siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan maka mereka mendapat pahala di sisi tuhanya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati (Q.S. al baqarah :274).

“(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik pada waktu lapang maupun sempit dan orang- orang yang menahan amarahnya dan memafkan (kesalahan) orang. Allah mencintai orang-orang yang berbuat kebajikan “( Q.S. Al-Imron : 134)

Bulan Ramadhan inilah semua hamba Allah diuji keimanannya, bagi masyarakat yang mampu diuji tingkat kesyukuran atas kelimpahan rejekinya dan masyarakat yang tidak mampu diuji imannya untuk menyikapi kondisi hidupnya dengan penuh kepasrahan kepada Allah dan ikhitiar yang lebih baik karena mengharap rido Allah, jangan sampai kita tidak sengaja membuat sebagian saudara kita yang tidak mampu ekonominya kalah dalam memerangi mentalnya untuk meminta belas kasihan di bulan Ramadhan, bahkan sebagian masyarakat yang tidak mampu berencana menjadikan-nya sebagai profesi, bukan lagi motif untuk memenuhi hal yang darurat dalam hidup mereka.
Ironis di bulan Ramadhan ini, beberapa saudara kita yang tidak berkecukupan harta dan kurang pemahaman agama-nya memutuskan untuk menjadi peminta-peminta di bulan ramadhan, sudah tidak aneh lagi di jalan-jalan besar dari awal ramadhan sampai akhir ramadhan, banyak saudara-saudara kita memilih hidup di gerobak-gerobak pinggir jalan agar banyak masyarakat yang mampu harta-nya memberikan mereka sedekah dan zakat fitrah, hal ini dikarenakan pendapatan  mereka meminta-minta bisa meningkat signifikan. Bahkan ada satu wilyah di pojok ibu kota jakarta yang menampung peminta-peminta musiman di bulan Ramadhan. Padahal sejak tahun 2007, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengeluarkan Peraturan Daerah (Perda) yang melarang kita memberikan sedekah pada pengemis di perempatan, karena diancam sanksi denda uang yang besaran maksimalnya mencapai Rp 20 juta, atau sanksi hukuman pidana penjara maksimal selama 60 hari. Peraturan itu terkandung dalam Perda No. 8 tahun 2007.
Islam pun melarang meminta-meminta bagi orang yang tidak mampu secara ekonomi kecuali beberapa kondisi yang memaksa mereka, sebagaimana Rasullah SAW bersabda :

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar, ia berkata bahwa Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Jika seseorang meminta-minta (mengemis) pada manusia, ia akan datang pada hari kiamat tanpa memiliki sekerat daging di wajahnya.” (HR. Bukhari no. 1474 dan Muslim no. 1040)

“Namanya miskin bukanlah orang yang tidak menolak satu atau dua suap makanan. Akan tetapi miskin adalah orang yang tidak punya kecukupan, lantas ia pun malu atau tidak meminta dengan cara mendesak.” (HR. Bukhari no. 1476)

Hanya tiga orang yang diperkenankan boleh meminta-minta sebagaimana disebutkan dalam hadits Qobishoh, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Wahai Qobishoh, sesungguhnya meminta-minta itu tidak halal kecuali untuk tiga orang: (1) seseorang yang menanggung hutang orang lain, ia boleh meminta-minta sampai ia melunasinya, (2) seseorang yang ditimpa musibah yang menghabiskan hartanya, ia boleh meminta-minta sampai ia mendapatkan sandaran hidup, dan (3) seseorang yang ditimpa kesengsaraan hidup sehingga ada tiga orang yang berakal dari kaumnya berkata, ‘Si fulan benar-benar telah tertimpa kesengsaraan’, maka boleh baginya meminta-minta sampai mendapatkan sandaran hidup. Meminta-minta selain ketiga hal itu, wahai Qobishoh adalah haram dan orang yang memakannya berarti memakan harta yang haram.” (HR. Muslim no. 1044)

Peraturan pemerintah dan hadist-hadist diatas bukan melarang atau membatasi kita melakukan hal yang baik untuk masyarakat yang tidak mampu, akan tetapi berharap agar kita semua dapat menyikapinya dengan lebih baik, oleh karena itulah lembaga zakat didirikan oleh kalangan pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat yang terpercaya. Didirikan nya lembaga zakat,infak, sedekah, dan wakaf dibentuk untuk menyalurkan sedekah para donatur dengan program-program pemberdayaan masyarakat yang sistematis sehingga masyarakat yang  tidak mampu dapat sejahtera. zakat dan infak yang diberikan oleh masyarakat kepada lembaga sosial seperti laznas Dompet Peduli Ummat Daarut Tauhiid (DPU-DT) menjadikan muzzaki (pemberi zakat) lebih dekat dengan Allah dan mustahik (penerima zakat) lebih dekat karena telah dibina ruhiyah nya oleh DPU Daarut Tauhiid sehingga menghilangkan mental mengemis pada diri mereka.
Selama 11 tahun DPU Daarut Tauhiid DT Jakarta telah banyak memberdayakan masyarakat tidak mampu dengan program pemberdayaan masyarakat yang sistematis seperti program pembinaan ekonomi dan ruhiyah keluarga pra sejahtera atau program microfinance syariah berbasis masyarakat telah memberdayakan sekitar 500 orang di jabodetabek dan 1800 orang se-Indonesia, selain itu banyak program beasiswa-beasiswa lainya yang membina keterampilan hidup siswa-siswa dari masyarakat pra sejahtera. semoga donatur,penerima manfaat dan manajemen DPU DT menajdi semakin dekat ke allah karena zakat.

Permalink: https://malieyusronzakaria.wordpress.com/2013/07/31/renungan-bulan-ramadhan/

  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Indonesia Proud

Bangunlah Jiwanya...Bangunlah Badannya...Untuk Indonesia Raya!

tentang PENDIDIKAN

AKHMAD SUDRAJAT

Winny Alna Marlina

Imagination will get you everywhere By Albert Einstein

SATRIYO SIGITPAMUNGKAS

Memasyarakatkan Arsitektur dan Meng-Arsitektur-kan Masyarakat

oRiDo™ On wORds

jadikan blOg sebagai waRisan untuk anak-cucu :)

Muhammad Ihsan Zul personal blog

Lakukan, dan jangan Banyak Bicara.

Irfan Handi

Hanya Ingin Berbagi

ayo mendidik

Mengajar Sehari, Menginspirasi Seumur Hidup

%d blogger menyukai ini: