Cara Duduk


bismillahirrahmanirrahim

Duduk terlihat sebagai masalah sepele, namun tidak bagi orang yang benar2 ingin mencontoh Rasulullah SAW dalam segala aktivitasnya :-)

Berikut ini adalah beberapa cara duduk yang pernah dicontohkan Rasulullah SAW:

  1. Duduk Bersila. Duduk ini dilakukan dengan cara menyilangkan kedua kaki yang berada dalam posisi rebah dan terlipat, sehingga persilangannya ada di antara kedua betis. Rasulullah SAW pernah duduk bersila dari setelah selesai sholat subuh, hingga terbit matahari;
  2. Duduk Qurfasha. Duduk ini dilakukan dengan cara melipat lutut dan menegakkannya sehingga kedua telapak kaki menjejak lantai. Kemudian kedua tangan merangkul kedua lutut tersebut. Namun, cara duduk seperti ini dilarang Rasulullah SAW dilakukan ketika mendengarkan khutbah Jum’at (sanad hadistnya Hasan).
  3. Duduk Bertinggung. Duduk ini dilakukan seperti berjongkok dengan seluruh telapak kaki menjejak lantai, bagian (maaf) pantat tidak menyentuh lantai. Rasulullah SAW pernah duduk bertinggung ketika sedang makan kurma.
  4. Duduk Iftirasy. Duduk ini sama dengan duduk antara dua sujud maupun sujud ketika tahiyatul awal dalam sholat.
  5. Duduk Tawarruk. Duduk ini sama dengan duduk ketika tahiyatul akhir dalam sholat.
Duduk bersila:
Bersila
Duduk qurfasha:
qurfasha
Duduk bertinggung:
bertinggung
Duduk iftirasy:
iftirasy
Duduk tawarruk:
tawarruk

Berikut ini adalah beberapa cara duduk yang dilarang Rasulullah SAW:

  1. Duduk Qurfasha ketika mendengarkan khutbah Jum’at.
  2. Duduk berselonjor atau bertelekan tangan ke belakang ketika mendengarkan khutbah Jum’at.
  3. Duduk bertelekan dengan sebelah tangan.
  4. Duduk bersandar miring ke arah sebelah sisi badan ketika sedang makan. Duduk ini adalah duduk seperti duduknya orang-orang yang sombong. Lagipula duduk ini ketika makan akan menyebabkan makanan tidak dapat dicerna dengan baik.
  5. Duduk di kuburan muslim. Namun tentang hal ini, ada pula yang menyatakan bahwa duduk yang dimaksud adalah duduk ketika buang hajat di kuburan muslim (lihat referensi di bawah)

Wallahu’alam bisshawab :-)

alhamdulillahirabbilalaminReferensi:

  1. Jabir bin Samurah radiallahu-anhu berkata: “Adalah Nabi sallallahu ‘alaihi wassalam setelah bersembahyang Fajar (Subuh), baginda duduk bersila di tempatnya sehinggalah terbitnya matahari yang indah (keputihan sinarnya)”. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Abu Daud dan lain-lain, dinukil dan dinilai sahih oleh Imam Nawawi dalam Riyadus Salihin (tahqiq & takhrij Shaikh Syu‘aib al-Arnuth; Maktabah al-Ma’mun, Jeddah 1996) – no: 821.
  2. Abdullah ibnu Umar radiallahu ‘anhuma berkata: “Saya melihat Rasulullah sallallahu ‘alaihi wassalam di halaman Ka’bah, beliau duduk dengan menegakkan kedua lututnya, (iaitu) dengan melingkar kedua tangannya ke sekeliling lututnya, dan ini cara duduk al-Qurfusaa’”. Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan dinukil oleh Imam Nawawi dalam Riyadus Salihin – no: 822
  3. Anas bin Malik radiallahu ‘anhu berkata: “Aku melihat Rasulullah sallallahu ‘alaihi wassalam duduk bertinggung sambil makan kurma.” Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitabnya Sahih Muslim – no: 2044.
  4. Syirrid bin Suwaid radiallahu ‘anhu berkata: “Rasulullah melintas di hadapan aku sedang aku duduk seperti ini, iaitu saya bersandar kepada tangan kiri saya yang saya letakkan di belakang. Lalu baginda bersabda: Adakah engkau duduk sebagaimana duduknya orang-orang yang dimurkai ?” Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Abu Daud, dinukil dan dinilai sahih oleh Imam Nawawi dalam Riyadus Salihin – no: 824.
  5. Abu Juhaifah radiallahu ‘anhu berkata, Rasulullah sallallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Jangan makan sambil bersandar.” Hadist ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan dinukil oleh Imam Nawawi dalam Riyadus Salihin – no: 746.
  6. Diriwayatkan dari Shohabat Mu’adz bin Anas rodhiyallohu ‘anhu,”Bahwasanya Rosululloh shollolloohu ‘alaihi wa sallam melarang duduk bertinggung (duduk dalam keadaan kedua tangan memeluk kedua lutut) pada hari Jum’at yaitu pada saat imam sedang berkhutbah.” (Hadits Hasan : Abu Dawud no.1110 dan at-Tirmidzi no. 514 dari Shohabat Mu’adz bin Anas rohiyalloohu ‘anhu. At-Tirmidzi berkata : “Hadits ini hasan.” Lihat Hidaayatur Ruwaat II/105 no.1338)
  7. http://hafizfirdaus.com/content/view/119/57/
  8. http://forum.ub.ac.id/index.php?action=vthread&forum=6&topic=2262&page=160
  9. Khusus untuk duduk di kuburan muslim, silahkan dilihat pembasannya dalamhttp://alislamu.com/content/view/1644/67/ danhttp://www.2lisan.com/readmore/pendapat+imam+syafii+tentang+berdoa+duduk+di+kuburan/
  1. Belum ada komentar.
  1. No trackbacks yet.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Indonesia Proud

Bangunlah Jiwanya...Bangunlah Badannya...Untuk Indonesia Raya!

tentang PENDIDIKAN

AKHMAD SUDRAJAT

Winny Alna Marlina

Imagination will get you everywhere By Albert Einstein

SATRIYO SIGITPAMUNGKAS

Memasyarakatkan Arsitektur dan Meng-Arsitektur-kan Masyarakat

oRiDo™ On wORds

jadikan blOg sebagai waRisan untuk anak-cucu :)

Muhammad Ihsan Zul personal blog

Lakukan, dan jangan Banyak Bicara.

Irfan Handi

Hanya Ingin Berbagi

ayo mendidik

Mengajar Sehari, Menginspirasi Seumur Hidup

%d blogger menyukai ini: